Memunguti Jejak Kenangan: Reuni Akbar SMA Negeri 2 Palopo
kerinduan macam apa yang membawa kami
menyusuri kembali tapak waktu
kecuali kerinduan pada kenangan
putih abu-abu
kerinduan itu membuncah
mengaduk kesadaran kami
yang kian jauh meninggalkan masa purba
dan aroma kenangan yang makin memudar
sejak meninggalkan jejak di pelataranmu
ada kerinduan yang lamat-lamat bertumbuh
menjelar
merambati kesadaran kami
menjelar
merambati kesadaran kami
beribu kenangan teraduk di sini
beribu harapan membaur menjadi satu
tak ada sekat
yang ada hanya kebahagiaan
kembali dapat merengkuh hangat guru-guru
yang mengajari kami menjadi lebih baik
menatap binar mata mereka penuh kebahagian
menyaksikan kami yang terus tumbuh
menjulang ke langit
"Aku tak sia-sia berpeluh membangun harapan
dan menanamnya pada diri kalian murud-muridku"
menatap binar mata mereka penuh kebahagian
menyaksikan kami yang terus tumbuh
menjulang ke langit
Baca Juga
- Tahta untuk Republik (Potret Perjuangan Andi Jemma dalam Puisi)... /23/
- Tahta untuk Republik (Potret Perjuangan Andi Jemma dalam Puisi)... /22/
- Tahta untuk Republik (Potret Perjuangan Andi Jemma dalam Puisi)... /21/
- Tahta untuk Republik (Potret Perjuangan Andi Jemma dalam Puisi)... /20/
- Tahta untuk Republik (Potret Perjuangan Andi Jemma dalam Puisi)... /19/
"Aku tak sia-sia berpeluh membangun harapan
dan menanamnya pada diri kalian murud-muridku"
di sini
kami bisa membayangkan
senda gurau murid-murid yang berlarian
selepas lonceng istirahat dipukul
atau menciumi aroma terik matahari putih abu-abu
yang melekat di tubuh kami
yang melekat di tubuh kami
hari ini
air mata kenangan tak mampu kami bendung
semua luruh dan larut dalam kerinduan
lalu tarikan nafas kami menjelma harapan
IDWAR ANWAR
18 Juni 2018